Islam Mengajarkan Kesehatan, Ini Buktinya

Oleh : Erwin Yunaidi

Islam adalah Rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam) yang membawa berkah bagi seluruh semesta. Ajaran dalam islam mengandung seluruh aspek kehidupan, pengajaran tentang kehidupan sosial, politik, pendidikan,  budaya dan tak terkecuali kesehatan. Islam adalah ajaran kedamaian, salah satu indikator kedamaian ialah tingginya tingkat derajat kesehatan masyarakat di bumi. 
Kesehatan dan islam
 Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Islam dan kesehatan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, karena islam telah mengajarkan kepada manusia tentang kesehatan. Tujuan islam mengajarkan hidup yang bersih dan sehat adalah menciptakan masyarakat yang sehat jasmani, rohani, dan sosial sehingga umat manusia mampu menjadi khaira ummah(umat terbaik). 
Dalam islam keadaan sehat sering disandingkan dengan kata afiat, kedua kata itu memiliki makna yang berbeda. Sehat dapat diartikan sebagai keadaan dimana seseorang bebas dari penyakit, sementara afiat adalah keadaaan dimana berfungsinya tubuh manusia sesuai dengan tujuan penciptaannya. Sebagai contoh, mata dapat dikatakan sehat ketika mata mampu melihat dan membaca dengan jelas tanpa menggunakan kaca mata. Tapi, mata dapat dikatakan afiat ketika mata mampu membaca seluruh objek-objek yang bermanfaat, serta mengalihkan pandangan dari objek yang terlarang.
Upaya Preventif kesehatan dalam islam
Islam memberikan penjelasan tentang kebijakan kesehatan masyarakat dan individu. Al-Qur’an memberikan gambaran tentang usaha preventif (pencegahan) harus didahului dari usaha kuratif (penyembuhan). Selama ini program pemerintah (bidang kesehatan) terlalu fokus pada upaya pengobatan (kuratif). Tindakan-tindakan preventif yang dijelaskan didalam Al-Qur’an sebenarnya tidak dijelaskan secara khusus sebagai upaya menjaga kesehatan, namun berupa panduan hidup keseharian. Ada banyak ayat di Al-Qur’an tentang upaya preventif kesehatan diantaranya sebagai berikut:
“Diharamkan bagimu(memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang dismbelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang hjatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan diharamkan bagimu yang disembelih untuk berhala. (Q.S. Al-Maidah:3)
Ayat diatas adalah ayat tentang ajaran makan dan minum, mengikuti aturan serta pola makan yang diajarkan Al-Qur’an yaitu makan makanan yang halal dan baik (higienis). Allah SWT mengharamkan pada hambanya memakan bangkai, babi, dan darah. Karena mengandung bakteri atau virus, asam urat(uric acid), dan parasit yang berbahaya bagi tubuh manusia. Ayat tersebut merupakan salah satu upaya islam mencegah penyakit pada manusia dengan memerintahkan  manusia menghindari mengonsumsi makanan yang akan memberikan dampak negatif pada tubuh.
Nabi Muhammad sebagai Uswatun Hasanah dalam kesehatan
    Nabi Muhammad SAW ialah seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat islam. Nabi Muhammad ialah Uswatun Hasanah (contoh teladan yang baik), setiap ucapan dan perbuatannya ialah pedoman bagi umat manusia setelahnya. Dalam kesehatan, rasulullah mengajarkan banyak sekali tata cara hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan oleh manusia. Diantaranya sebagai berikut:
    1.Cepat tidur dan cepat bangun
    2.Sering berpuasa
    3.Tidak mudah marah
    4.Rajin menjaga kebersihan diri dan lingkungan
    5.Menjaga pola makan
    6.Gemar berolahraga.
Hal-hal diatas adalah upaya perlindungan serta peningkatan kesehatan ala nabi, berupa manejemen waktu istirahat dan berolahraga, agar tubuh senantiasa fit (bugar). Manejemen emosi, agar tubuh tidak mengalami stress. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari berbagai penyakit.
Gerakan kesehatan di Indonesia
    Dalam upayanya menciptakan tingginya taraf derajat kesehatan masyarakat di Indonesia, Pemerintah (bidang kesehatan) sangat menginginkan adanya kesadaran bahkan bantuan dari masyarakatnya dalam mengaktualisasikan cita-cita tersebut. Salah satu gerakan upaya peningkatan tingkat kesehatan di Indonesia datang dari Muhammadiyah, dengan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU)nya, Muhammadiyah turut membangun kesehatan bangsa. Sinergi strategis antara Muhammadiyah dan Pemerintah sangat memberikan dampak pada keadaan kesehatan di Indonesia, melalui gerakan klinik dan rumah sakit Muhammadiyah  serta reavitalisasi spirit ideologi dakwah Muhammadiyah dibidang kesehatan semakin memperkokoh kontribusi Muhammadiyah bagi bangsa dibidang kesehatan. 
Muhammadiyah senantiasa aktif memperhatikan keadaan kesehatan di Indonesia. Melalui keputusan PP Muhammadiyah 01/PER/L1/E/2020 tentang hukum dari e-cigarette (Rokok elektrik), Muhammadiyah mendahulukan diri memberikan fatwa haram vape, karena sifatnya sama dengan rokok konvensional yaitu merusak atau membahayakan. Fatwa haram vape PP Muhammadiyah merupakan wujud preventif kesehatan dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat di Indonesia.
Keadaan kesehatan Indonesia saat ini
    Di-74 tahun kemerdekaannya, Indonesia tentu menginginkan kemakmuran masyarakatnya. Pada bidang kesehatan Indonesia senantiasa berupaya berbenah, terobosan-terobosan baru kesehatan senantiasa dimunculkan agar taraf kesehatan di Indonesia semakin meningkat. Namun, program hanyalah program yang tak berisi ketika masyarakat acuh tak acuh akan kebijakan pemangku negeri. Seperti dikatakan diatas menjaga kesehatan ialah tugas setiap individu bukan hanya tugas petugas kesehatan, karena itu telah menjadi perintah Allah SWT.
    Perlu juga adanya kemudahan dari pemerintah kepada masyarakat dalam akses kesehatan di Indonesia. Menyinggung kenaikan tarif BPJS, menaikan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, apa dirasa sudah efektif?. Dengan menaikkan tariff BPJS justru akan berdampak negatif pada kesehatan masyarakat di Indonesia, masyarakat mungkin akan mengalami penekanan psikis karena harus memikirkan pembiayaan, pengurangan pemenuhan makanan bergizi karena beberapa persen pendapatan harus disisihkan lagi untuk penambahan tarif BPJS, Serta mungkin beberapa masyarakat akan berpikir untuk berkerja lebih keras agar mendapat hasil yang lebih pula, untuk memenuhi semua kebutuhannya, termasuk pemenuhan biaya jaminan kesehatan, yang akan memberikan dampak pada tingkat kebugaran masyarakat tersebut.
    Solusi terbaik peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia ialah dengan mengadakan upaya preventif dan promotif kesehatan yang lebih masif, karena dengan berkurangnya orang sakit maka akan berkurang pula beban Negara serta memberikan watu jeda kepada pemerintah untuk mengembalikkan defisit BPJS kesehatan. Dengan menaikkan BPJS secara tidak langsung pemerintah, mengakui ketidakpercayaannya akan mampu mempertahankan masyarakat yang sehat agar senantiasa sehat.
    Masalah Kesehatan adalah masalah bagi pemerintah dan seluruh masyarakat. Perlu ada kesadaran akan pentingnya kesehatan oleh setiap individu masyarakat dan kajian-kajian pemecahan masalah kesehatan yang senantiasa masif dilakukan, yang kemudian diaktualisasikan melalui tindakan, baik preventif, promotif, rehabilitatif, dan kuratif.  Islam telah memberikan banyak tuntunan dalam menjalakan kehidupan dibidang kesehatan, mencerahkan islam dalam setiap aspek kehidupan dibidang kesehatan adalah solusi terbaik pemecahan masalah, Agar berfungsinya status manusia sebagai khaira ummah.
   

Komentar